Kabar Lain

Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan

Menulislah... Dengan menulis kamu akan senang membaca

Oktober 14, 2020 Add Comment
Menulislah... Dengan menulis kamu akan senang membaca

Sudah lama sekali tidak menuliskan sesuatu yang saya pikir bermanfaat buat saya khususnya, apalagi bagi yang membaca blog saya. Alasannya sederhana yaitu 'Ngga punya waktu luang'  yang sebenarnya klise namun selalu bisa menjadi "senjata" bagi siapa saja yang punya keinginan hobi menulis dan membaca tapi di kekang oleh waktu yang padat dengan rutinitas hariannya, termasuk saya yang belakangan ini ( boleh dikatakan hampir 6 bulan ) agak jarang menulis di blog pribadi ini. Tadinya keinginan bisa up to date menulis di blog ini namun seperti yang saya sebutkan diatas, alasan tersebutlah yang membuat saya menjadi suka 'menunda' melakukan hobi yang satu ini.

Judul diatas ' Menulislah... Dengan menulis kamu akan senang membaca', sepertinya agak aneh dan terbalik jika sekilas dipahami. Tapi memang begitulah adanya yang saya maksud. Kalimat ini khusus saya tujukan buat saya sendiri, tapi bisa juga buat yang lain. Kalimat menulislah...dengan menulis kamu akan senang membaca, saya jadikan sebagai 'Self reminder' bagi saya yang juga belakangan ini malas membudayakan Kegiatan Gemar Membaca. 

Saya sedari masa sekolah hingga sekarang masih gemar membaca, namun hanya insensitas nya saja yang berbeda antara dulu dan sekarang. Masa sekolah menengah atas sekitar 21 tahun yang lalu saya sering menyempatkan diri ke perpustakaan provinsi di kota Medan ( karena saat itu saya masih domisili di Medan ). dan selalu meminjam 2 hingga 3 buku untuk dibaca dirumah selama 1 minggu. Seiring waktu beranjak dewasa, disertai keadaan kesibukan aktivitas pekerjaan, kebiasaan membaca mulai mengendor, apalagi perkembangan teknologi digital dan informasi digital di Indonesia makin berkembang diiringi pesatnya arus informasi dan kehidupan sosial dunia maya membuat orang-orang cenderung lebih senang membaca informasi melalui portal berita maupun blog serta media sosial.

Tadinya gemar membaca buku cetak kini beralih lebih banyak membaca melalui buku digital (ebook), ini juga yang sering saya lakukan. Disisi lain membaca berbagai postingan dari teman maupun kenalan di media sosial adalah sesuatu yang mengasyikan bagi kebanyakan orang, begitu juga dengan saya. Namun dibalik fenomena itu semua ada kegelisahan yang mulai saya sendiri sadari, kegelisahan yang menurut saya harus saya rubah kembali menjadi kebiasaan saya yang dulu pernah sering saya lakukan, yaitu untuk rajin membaca buku. Menurut saya ,sah-sah saja kalo kita sering membaca melalui media sosial maupun portal berita digital yaitu melalui akses internet yang kini semakin mudah dinikmati oleh berbagai lapisan masyarakat seiring perkembangan teknologi gadget yang begitu pesat, tapi hanya mengandalkan membaca lewat media online saja, menurut saya ada side effect  yang kurang bagus jika kita terlalu keranjingan membaca di media sosial maupun portal berita :

1. Alasan kesehatan. Pengguna internet di Indonesia sangat lah besar,  Kominfo merilis informasi bahwa Indonesia sebagai pengguna urutan keenam terbesar dunia ( tahun 2014 ) dan di tahun 2019 diperkirakan tembus mencapai 175 juta jiwa atau 65,3 % berdasarkan informasi berita dari BeritaSatu. . Hasil peringkat ini cukup bagus namun ada side effectnya bagi kebanyakan orang yaitu dari sisi kesehatan mata dan obesitas. Dari sisi kesehatan mata pengaruh penggunaan gadget berpengaruh kepada menurunnya tingkat kedipan mata yang berimpilkasi pada ketengangan mata, iritasi mata serta kekeringan. Selain itu juga hormon Melatonin pada tubuh juga berkurang yaitu hormon yang memberikan sinyal pada tubuh untuk tidur, Efek kurang nya hormon ini sama seperti ketika mengalami Jet Leg ( penat terbang ). Anda akan mengalami susah tidur sehingga akan mempengaruhi kualitas otak untuk berpikir karena diakibatkan kurangnya kualitas tidur anda. selain itu kurangnya hormon Melatonin yang ada ditubuh ini   akan berpengengaruh pada hormon-hormon tubuh lainnya, salah satunya adalah hormon pengatur lapar di dalam tubuh. Jika hormon ini tidak terkontrol maka akan memicu rasa lapar yang terus menerus dan punca nya akan menyebabkan terjadinya obesitas.( sumber : Kompas ).

2. Menurunkan minat baca buku

Budaya membaca buku khusus nya buku cetak mulai menurun disebabkan orang lebih banyak membaca lewat gadget dengan bentuk buku ebook, sebenarnya hal ini sah-sah saja menurut saya karena tujuan akhir adalah menambah wawasan dan pengetahuan. Namun sisi kesehatan mata juga perlu kita pertimbangkan dalam mengatur pola membaca kita. Ren­dahnya minat baca disebabkan beberapa faktor satu di antara­nya penggunaan internet yang saat ini sudah menjadi kebu­tuhan. Banyaknya masyarakat sekarang yang terlalu sibuk dengan gadgetnya, berselancar di media sosial. Menggunakan gadget untuk bercakap-cakap dan memu­takhir­kan status di media sosial dari pada mem­baca buku. Menghabiskan waktu un­tuk hal yang tidak berfaedah sebagaimana yang disampaikan oleh Sur­bekti Makdriani, Pustakawan Utama Perpus RI saat menja­di pembicara Safari Gerakan Nasional Gemar Membaca di Pro­vinsi dan Kabu­pa­ten/kota tahun 2017, di Pendopo kabupaten Kendal.

Membaca buku diperlukan untuk membuka cakrawala berpikir sehingga terbentuk opini dan kesimpulan tentang isi buku yang di baca, apakah itu opini tentang materi yang disampaikan maupun opini tentang gagasan dari penulis dalam menyampaikan ide nya dalam bentuk tulisan.

Kembali dengan topik pada judul postingan saya ini, Kesimpulan yang bisa saya kemukakan adalah kegiatan menulis akan memberikan stimulan untuk mau membaca, karena biasanya gaya penulisan dan penyampaian bahasa seseorang akan terlihat saat dia menulis maupun berbicara, jika seseorang rajin membaca buku maka ia akan sering melihat referensi kata yang bisa ia gunakan saat berbicara ataupun menulis.

Bagi anda yang suka menulis, saya kira perlu banyak membaca agar kualitas penulisan yang anda buat bisa maksimal dan disenangi pembaca anda.

Demikian menurut saya, bagaimana dengan anda ? 

Ketika Harapan Itu Tidaklah Sama

Februari 13, 2018 Add Comment
Setiap orang pasti memiliki harapan dan cita-citanya masing-masing. Ada yang ingin jadi dokter, arsitek, desainer, olah ragawan, pengusaha dan sebagainya.
Namun cita-cita tersebut belum tentu terwujud dalam realitanya. Banyak faktor yang bisa mempengerahuinya. Bisa dari faktor lingkungan keluarga yang kurang mendukung seperti keadaan ekonomi keluarga, pendidikan yang dicapai maupun faktor kesehatan dari orang tersebut.

Ketika Harapan Itu Tidaklah SamaDitambah lagi terkadang peluang yang ada tidak berpihak pada orang tersebut atau ia sendiri tidak mampu mengambil peluang itu.

Segala harapan yang di idamkan terkadang menjadi kandas ketika hal-hal tersebut tidak disikapi dengan pandangan positif. Apalagi ia menyikapinya dengan tindakan yang negatif seperti putus asa, kesal, suka menyalahkan keadaan atau orang lain, hal ini terkadang bisa membuat segala harapan atau cita-cita yang di idamkan bisa sirna.

Jika ditanya apakah saya sendiri pernah mengalami hal seperti itu. Saya jawab 'Ya'.
Tapi saya segera bangkit dari keterpurukan keadaan dan harapan yang jauh berbeda seperti yang diharapkan.

Saya lalu berpikir bahwa semua itu atas kehendak-Nya. Allah lebih tahu apa yang terbaik untuk kita meski terkadang kita kurang menyukainya ( awalnya).

Tapi bukan berarti kita harus berhenti. Saya suka mencoba merenungi dan mengkaji atas apa yang telah saya lalui dalam kehidupan saya. Disaat senang terkadang saya lupa bersyukur, dan disaat kesusahan terkadang saya merasa ingin menyalahkan keadaan. Tapi itu dulu, ya dulu nya. 

Ikhtiar dan doa adalah dua hal yang harus dilakukan secara bebarengan apa pun kondisinya.



 Terus bangkit dan tetap melakukan usaha yang terbaik adalah kunci utamanya. Kita tidak pernah tahu bagaimana peluang kita dalam menggapai apa yang kita harapkan.

Kesulitan dan tantangan itu sudah tentu ada, hanya kita yang bisa menyelesaikan dan menghadapinya jika kita memiliki keyakinan bahwa kita kita mampu melakukannya.

Ikhtiar dan doa adalah dua hal yang harus dilakukan secara bebarengan apa pun kondisinya.


Bukan berarti saya tidak pernah mengalami kegagalan, saya pernah atau bisa dikatakan sering. Dengan berbenah diri dan mengkaji ulang apa yang telah kita lakukan terhadap apa yang telah direncanakan. 

So, ketika harapan itu tidaklah sama, tetap optimis adalah solusinya.

Jangan Mudah Menyerah

Januari 15, 2018 Add Comment
Jangan Mudah Menyerah


Sobat.... Setiap kita tahu bahwa tantangan hidup semakin lama kian sulit dan membutuhkan keberanian kita dalam usaha keluar dari tantangan tersebut. Keberanian yang dimaksud disini adalah keberanian untuk melawan arus dari zona nyaman yang selama ini kita jalani, sebuah zona rutinitas pekerjaan yang membuat kita harus terikat dengan waktu dan pekerjaan kita namun tidak terpenuhinya kebutuhan hidup dengan penghasilan yang tidak mencukupi bahkan kadang jauh dari cukup.

Atau anda merasa cukup dengan penghasilan anda yang cukup besar dan jabatan yang anda peroleh, namun beban kerja yang besar dan tingkat stres yang tinggi membuat anda memutuskan untuk alih profesi.

Sobat...Dua keadaan ini sering kita temukan dalam kehidupan kita sehari-hari. Bagian terpenting dari dua situasi tersebut adalah bagaimana kita mempersiapkan diri menghadapi tantangan dan berani melawan arus keras kehidupan dengan selalu berpikir positif, bersikap kreatif, dan proaktif dalam melihat peluang.

Sobat.... Hidup tidak pernah mudah, tetapi tidak sulit juga untuk kita jalani. Selalu bersyukur dan bergembira dengan apa yang kita miliki adalah kunci kebahagiaan menjalani kehidupan.

Seperti judul lagu dari d'masiv ' Jangan menyerah', seperti itulah yang harus kita lakukan.

Perlunya Pengawasan Orang Tua Terhadap Anak Saat Menggunakan Gadget

Januari 13, 2018 Add Comment
Anak adalah anugerah sekaligus amanah yang diberikan oleh Allah subhanahu wa ta'ala kepada para orang tua. Memiliki seorang putra dan putri adalah karunia yang terbesar bagi para orang tua sebagai penerus generasi yang akan datang bagi keluarganya. Ketika anak beranjak besar dengan tumbuh kembangnya baik secara fisik dan psikis nya, tentunya tidak terlepas dari peranan didikan orang tua dan bimbingan serta pengawasan mereka terhadap anak nya.

Orang tua berperan sebagai guru pertama bagi seorang anak dalam kehidupan mereka dalam sebuah 'sekolah' bagi mereka yang disebut rumah. Tentunya sebagai 'guru', seorang ayah atau ibu tidak akan membiarkan anaknya tanpa didikan, bimbingan serta pengawasan dari orang tuanya. Dengan berbagai pemahaman, pendekatan dan pengarahan yang di dapat orang tua dari berbagai sumber dalam mendidik anak menjadikan orang tua adalah guru utama bagi anak sebelum mereka menginjak usia bangku sekolah.


Dalam pemberian kasih sayang kepada anak, tentu setiap orang tua tidak akan 'perhitungan' dalam memberikan kasih sayangnya kepada anak-anaknya dalam berbagai hal, termasuk dalam pengizinan orang tua kepada anak dalam menggunakan gadget yang digunakan anak saat menonton, bermain game ataupun mendengarkan audio berupa musik ataupun Al quran. Tentunya dalam penggunaan gadget tersebut perlu adanya pengawasan atau bisa dikatakan harus adanya pengawasan dari orang tua secara kontinyu ( berkesinambungan ) agar pemakaian gadget yang tepat guna dan disiplin waktu mampu mengarahkan anak agar dapat menggunakan gadget dengan aturan yang sudah disepakati bersama antara anak dan kedua orang.


Kecanggihan gadget saat ini memungkinkan semua hal dapat mudah diakses oleh anak dalam mencari tontonan yang ia inginkan seperti dalam menonton video online seperti Youtube ataupun bermain game yang dengan mudah mereka download di Google Play. Tanpa adanya pengawasan yang baik dari para orangtua dalam menggunakan media tersebut akan bisa menimbulkan dampak negatif yang lebih besar dari pengaruh positifnya.


Sebagai seorang ayah dari seorang putri berusia 4 setengah tahun, saya selalu mendampingi putri saya saat sedang menonton video siaran Youtube saat saya bersama putri saya. Dengan melihat apa yang ditonton, saya bisa mengetahui apa saja yang ia tonton. Selain itu, pengaturan konten-konten dewasa dan yang tidak pantas bagi anak dapat kita atur sendiri di Youtube. Namun ada beberapa pengaruh yang saya lihat dari hasil pengawasan ini, ternyata saya tidak dapat mengontrol anak dari sisi keinginannya setelah menonton video-video anak bertema bermain seperti bermain boneka, masak-masakan, ataupun jenis permainan lain yang ditampilkan divideo tersebut yang membuat putri saya terpengaruh dan ingin memilikinya, walhasil ia pun menuntut pada orangtuanya untuk dibelikan mainan seperti itu. 


Bagi saya hal ini masih dalam kewajaran karena menurut saya, adalah sifat anak untuk cenderung lebih senang bermain di usianya seperti ini. Dalam memenuhi keinginannya akan mainan saya juga melakukan nya dengan bijak. Artinya, tidak semua permainan yang ia tonton dapat ia miliki, dengan cara memberikan penjelasan padanya bahwa permainan tersebut tidak ada ditoko mainan tempat ia biasa membeli mainan dan hanya ada ditempat yang sangat jauh sekali. Terkadang juga saya suka mengatakan bahwa mainan tersebut harganya mahal, dan mengajak putri saya tersebut agar menabung terlebih dahulu agar ia bisa membeli mainan seperti yang ia inginkan. 


Ini yang saya sebut dengan sulitnya mengontrol keinginan anak.


Tapi secara umum, batasan tontonan yang ia tonton masih dalam tahap yang wajar.


Sebagai orang tua dan seorang ayah, saya tidak ingin putri saya menjadi 'bebas' dalam menonton apa saja. apalagi jika ia menonton video dewasa atau video porno yang dampaknya ternyata lebih dahsyat dari kecanduan narkoba, sebagaimana di jelaskan dalam video berikut dan semoga tidak terjadi pada anak saya dan anak anda.





Selain itu juga, mudahnya anak dalam mendownload berbagai game yang ia suka tanpa adanya pengawasan dari orang tua bisa memberikan pengaruh yang kurang baik pada anak, terutama dari konten permainan yang tidak sesuai dengan usianya. Adanya unsur kekerasan atau jenis apapun yang kurang pantas  didalam game arcade petualangan atau RPG tanpa disadari akan mempengaruhi anak secara psikologi dan sifatnya.

Mendidik anak memang bukanlah urusan yang muda, namun berusaha menjadi orang tua yang cerdas bagi anak adalah perlu dan harus jika putra dan putri kita dapat tumbuh kembang dengan baik seperti yang kita harapkan.

Anak adalah amanah, dan menjaga amanah adalah harus. Semoga kita bisa dimudahkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala dalam mengemban amanah ini.

Haruskah Memeriahkan Malam Pergantian Tahun Baru ?

Desember 31, 2017 Add Comment
Haruskah Memeriahkan Malam Pergantian Tahun Baru ?
Haruskah Memeriahkan  Malam Pergantian Tahun Baru ?
http://www.riverside-cars.com

Pertanyaan tadi tentu beragam yang menjawab, karena setiap orang pasti punya jawaban yang berbeda. Jika saya diberikan pertanyaan itu, saya akan memberikan jawaban seperti ini :

TIDAK HARUS. Alasannya adalah tahun baru bukan berarti kita akan berpindah ke hal yang baru, hanya tahun nya saja yang berganti. Pekerjaan kita belum tentu berganti, pendapatan penghasilan kita belum tentu berubah, karir kita belum tentu menanjak, rumah dan kenderaan yang kita miliki belum tentu masih bertahan buat kita. Trus apa nya yang baru ? Ya, hanya tahun nya saja. 

Mungkin ada yang berpendapat seperti ini :
" momen tahun baru kan spesial, kita bisa buat planning dan rencana yang lebih baik lagi kedepannya".

Pendapat ini ngga salah sih, ini yang namanya resolusi.

pertanyaan lain akan muncul, 

" Jadi resolusi itu hanya ditentukan setiap tahun, bulan, atau hari saja ?"

Jawabannya bisa beragam seperti ini juga :

" Belum tentu. sebuah resolusi itu bisa dilakukan kapan saja bergantung sikon dan kebutuhannya, jika diperlukan untuk mencari solusi ( jalan keluar ) dari suatu masalah atau diluar dari apa yang di harapkan, kita butuh sebuah resolusi".

" Tentu dong, dengan membuat program tahunan kita juga bisa tahu apa planning untuk setiap bulannya".

" Resolusi adalah mencari kembali solusi yang tepat dan terbaik dari sebuah solusi yang pernah kita rencanakan sebelumnya. So, Jika target yang ingin dicapai belum kesampaian, maka perlu berbenah lagi untuk semua perencanaan dan tindakan yang telah dilaksanakan namun kurang tepat sasaran, dan ini butuh resolusi. Resolusi tidak harus setiap tahun, tapi bisa kapan saja jika memang diperlukan".

Lalu ada yang berpendapat seperti ini juga :

" Resolusi tahun baru adalah sebuah janji pada dirimu sendiri untuk memulai sesuatu yang baik atau menghentikan berbuat sesuatu yang buruk di awal tahun".
Dari jawaban-jawaban diatas, saya SETUJU tapi tidak 100 % juga.

Kenapa ?

Menurut saya untuk menjadi manusia yang baik dan berguna bagi orang lain harus selalu memiliki resolusi, kapan saja dan disaat apa saja. Resolusi yang saya maksud adalah berbenah diri. Saya mengutip sebuah kalimat dari Winston Churchill :

No one ever finds life worth living - one has to make it worth living".

Artinya kurang lebih seperti ini : 

" Tidak seorang pun pernah menemukan kehidupan yang bernilai - Orang tersebut yang harus membuatnya jadi kehidupan yang bernilai".

Jadi, selalu berbenah diri itu perlu dan sangat diperlukan jika anda ingin menjadi orang yang lebih baik lagi. Tulisan catatan saya kali ini adalah untuk mengingatkan pada diri saya sendiri dan saya juga ingin mengingatkan pada anda sebagai rekan kerja, teman ataupun sahabat  maupun keluarga saya tentang penting nya selalu berbenah diri. Caranya bagaimana ? Mari kita selalu bermuhasabah ( mengintropeksi ) diri kita sendiri, menghitung segala kekurangan yang pernah kita perbuat dan berusaha memperbaikinya agar menjadi lebih baik ke depan nya. 

Trus apa hubungannya dengan memeriahkan tahun baru ?

Jawabannya : Ada. 

Bergembira di malam  menjelang pergantian tahun baru bersama teman ataupun keluarga adalah sesuatu yang mengasyikan. Momen ini bisa dirasakan bagi semua orang yang merayakan atau memeriahkannya. Tapi haruskah di malam menjelang tahun baru saja kita bergembira ?

Tentu tidak, berkumpul dalam suasana yang berbeda juga bisa membuat kita bahagia dan bergembira. Namun, apakah dengan berpesta di malam pergantian tahun baru akan merubah atau memberikan resolusi buat kita tentang permasalahan yang kita hadapi saat ini ? Jawaban nya tentu tidak. 

Kembali kepada makna resolusi yang saya sampaikan sebelumnya tadi, resolusi berarti berbenah diri. Memang, sebuah pesta di malam pergantian tahun akan membuat kita melupakan sejenak beban persoalan hidup yang kita hadapi, tapi setelah nya apakah masalah tersebut dapat selesai ? Saya yakin tidak.

Mengapa ? Sering saya mendengar ungkapan seperti ini :

" Pesta telah usai namun kerja belum selesai ". 

Saya sendiri kurang tahu persis siapa yang pertama yang menyatakan ini, tapi saya setuju dengan ini.

Setelah pesta, masih banyak pekerjaan kita yang tertunda harus segera diselesaikan sesuai waktu deadline nya. Dan kita butuh mengerjakan dan beristirahat setelahnya.

Terlena dalam larutnya malam pergantian tahun dengan cara bergadang hingga pagi akan membuat kualitas waktu bekerja untuk menyelesaikan pekerjaan kita serta waktu istirahat setelahnya menjadi berkurang. anda akan merasa 'dikejar' oleh waktu yang anda miliki.


Sikapilah setiap malam pergantian tahun baru dengan bijaksana dan bermanfaat untuk anda. Jaga kualitas waktu tidur anda dan isi lah dengan kegiatan yang lebih bermanfaat bagi fisik dan rohani anda.

Selain sebuah perayaan, sikap sebuah pemborosan yang mungkin terjadi dalam memeriahkan malam tahun baru. Misal, uang yang harus anda keluarkan untuk membeli petasan dan kembang api ataupun terompet secara berlebihan akan membuat overbudget bagi pembukuan keuangan bulanan pribadi anda. Disisi lain, menurut saya adalah tidak semua orang yang dalam kondisi fisik yang sehat mampu memeriahkan suasana kemeriahan kembang api dan dari suara petasan yang ditimbulkannya. Ada saudara kita, orang tua kita, adik kita yang masih balita atau pun yang lagi mengalami kondisi sakit masih membutuhkan kualitas istirahat yang baik dengan mendapatkan ketenangan pada saat mereka beristirahat. Terkadang suara petasan dari kembang api yang terlalu keras disekitarnya, membuat mereka harus terjaga dari tidurnya hingga pagi. Apakah anda pernah mengalaminya ?, Saya sendiri pernah dan hampir selalu mengalaminya.

Kembali, semua ini adalah hak setiap orang. Namun bukan berarti setiap orang memiliki hak sesuai kemauannya sendiri tanpa memikirkan orang lain. Semua kembali kepada anda dalam menyikapinya. Saat saya membuat tulisan ini dan menyesaikannya, mata saya menunjukan kondisi yang mulai lelah dan saya membutuhkan istirahat untuk mata saya dan berharap dapat menikmati kualitas istirahat yang optimal keesokannya saat saya terbangun.



Minggu malam di Malam Pergantian tahun 2017 ke 2018.



7 Nasehat Dari Warren Buffet Yang Menarik.

Desember 24, 2017 Add Comment
7 Nasehat Dari Warren Buffet Yang Menarik.

7 Nasehat Dari Warren Buffet Yang Menarik.
Siapa yang tidak kenal Warren Buffet, Dia adalah orang terkaya ketiga di dunia tahun 2015 versi Forbes. Tahun 2012, majalah Time memasukan Buffett sebagai salah satu orang paling berpengaruh di dunia ( Wikipedia ).

Sebagai orang kaya ternyata Warren Buffet, termasuk orang yang bersahaja. Hal ini bisa terlihat dari nasehat-nasehat yang pernah ia lontarkan yang mungkin bisa menjadi inspirasi serta pertimbangan bagi kita semua.

Apa saja nasehat-nasehat dari Warren Buffet ini ?

Ada 7 nasehat yang perlu kita renungkan bersama, antara lain :
1 
     1. Uang tidak menciptakan manusia, manusia lah yang menciptakan uang.

Untuk hidup kita butuh uang, namun bukan berarti uang bisa membeli segalanya. Uang diciptakan sebagai alat tukar sebagai perpindahan kepemilikan dari suatu barang atau benda. Menurut saya, pesan atau nasehat dipoin pertama yang disampaikan Warren Buffet ini bermakna dalam sekali.

Pada kalimat :
 Uang tidak menciptakan manusia, manusia lah yang menciptakan uang.

Bisa diartikan sebagai berikut :
Bukan uang yang bisa mengatur segala kehidupan manusia, tapi manusia nya sendiri lah yang mengatur bagaimana ia mempergunakan uang tersebut di segala kehidupannya. Manusia bekerja untuk menghasilkan sesuatu, sesuatu itu bisa berupa penghargaan, posisi jabatan, ataupun jumlah uang yang didapatkan. Dengan memiliki uang, manusia mampu mengendalikan atau memenuhi apa yang ia inginkan. Hanya tinggal bagaimana ia memposisikan uang tersebut dalam penggunaannya, apakah untuk sesuatu yang baik dan bermanfaat atau bisa merusak karakter dan prilaku seseorang saat dipergunakan untuk hal yang tidak baik”.

Sekali lagi, banyak orang yang mengatakan “uang bukanlah segalanya, namun segalanya butuh uang”. Hal ini juga perlu kita cermati dengan bijak. Bukan berarti segalanya yang kita lakukan membutuhkan atau berorientasi uang, ada hal-hal yang tidak bisa ukur dengan tolak ukur uang. Misalnya, Menolong orang yang dalam kesulitan tanpa pamrih, mengantarkan orang yang sakit ke rumah sakit ketika ia tidak mampu pergi sendiri. Dan masih banyak hal lain bersifat Willingness dan Human kind yang tidak harus di ukur dengan uang.

Itu menurut saya, menurut kamu bagaimana ?

2Hiduplah sederhana, sebagaimana dirimu sendiri


Saya sangat setuju untuk poin yang kedua ini. Makna nya sederhana, “ bersikap hemat dan bijak lah dengan apa yang kamu punya dan yang kamu inginkan”.

Di kehidupan yang penuh dengan kecanggihan teknologi saat ini, menimbulkan perubahan beragam prilaku dan gaya hidup. Sikap hedonisme, konsumerisme, dan prestise adalah sikap yang kerap muncul dikehidupan kita.

Saya akui, saya sendiri adalah tipikal orang yang cenderung konsumtif pada suatu produk, khususnya teknologi gadge, komputer , dan internet. Terkadang saya tidak berpikir panjang jika ada tawaran yang menarik bagi saya terkait dengan gadget terbaru ataupun teknologi komputer. Tapi saya bisa masih bisa ‘menyelamatkan’ diri saya sendiri saat akan mengeluarkan uang untuk itu. Saya menjadi berpikir ulang, apakah teknologi gadget ataupun
Komputer tersebut memiliki nilai produktif bagi saya. Misal, apakah dengan membeli sebuah smartphone canggih yang lagi kekinian akan memberikan atau menciptakan hasil bagi saya? Secara pendapatan misalnya.

Kesimpulannya untuk poin kedua ini, jadilah bijak dan hemat dalam membelanjakan dan mempergunakan harta yang kamu miliki. Hidup itu fluktuatif, So jangan bersikap boros ya. Pergunakan uang kamu sesuai keperluannya dan tahan keinginan kamu akan benda dengan baik dan bijak.

3. Jangan melakukan apapun yang dikatakan orang. Dengarkan mereka, tapi lakukan apa yang baik.

Hmm.. kira-kira maksudnya apa ya?

Menurut saya sih sederhana, kita ngga harus melakukan apapun semua yang disarankan orang lain pada kita. Cukup jadi pendengar yang baik, pilih dan pilah apa yang menurut kita baik dan menjadi keputusan yang terbaik bagi diri kita sendiri.

Setuju ?

Karena setiap kita punya prinsip dan keputusan sendiri dalam menimbang dan memutuskan sesuatu. Dan terkadang kita juga siap dengan segala resiko dan konskwensi yang kita putuskan. Jadi, jangan bingung ya. Berpikir jernih lah, dengar pendapat orang lain, lalu putuskan dengan bijak dan bersiap dengan apa yang terjadi setelahnya.

4.    4. Jangan memakai merk, pakailah yang benar-benar nyaman untuk mu.

Nah ini yang banyak terjebak dengan kondisi ini, benar ngga ?

Kebanyakan kita tentu akan merasa to be proud jika bisa mengenakan atau memakai produk atau benda-benda yang branded ( bermerk) kelas dunia, apalagi kalau benda yang kita pakai itu adalah merk produk berkelas atau mewah. Saya sendiri juga pernah mengalaminya, itu dulu.

Bagaimana sekarang ?

Saya insyaf dari pola berpikir seperti itu. Ternyata merk yang berkelas atau famous itu ngga membuat kita selalu fashionable atau menimbulkan prestige pada diri kita. Apa yang pernah yang saya alami adalah, justru menimbulkan perasaan ingin selalu up to date dengan produk yang kita senangi branded nya, lambat laun akhirnya mengarah kepada pola konsumtif. Walaupun hal ini, tidak terjadi pada semua orang, tapi saya yakin kamu sendiri pernah mengalami hal seperti ini. Benar ngga ?

Apalagi zaman saat ini, terkadang kita bisa keliru membedakan mana yang produk original branded  dan Unoriginal branded karena banyaknya produk-produk yang ASPAL ( Asli tapi Palsu ) berseliweran di kehidupan kita, hanya cara mudah yang kita bisa ketahui adalah dari perbedaan harga dan tempat kita membelinya. Kondisi ini yang menyebabkan merk bukan lagi hal yang penting, tapi nyaman atau tidak menggunakannnya. Apalagi yang produk palsu tidak kalah menarik dari produk aslinya. Kebayang kan tidak nyamannya kalo kita pakai yang asli lalu merasa disaingi dengan orang yang menggunakan produk yang kelihatan asli tapi palsu.

5.    5. Jangan habiskan uang untuk hal-hal yang tidak benar-benar penting.

Untuk yang ini saya setuju dan tidak perlu saya jelaskan terlalu detil ya, saya yakin kamu sudah mengerti dengan kalimat diatas. Yang jadi masalah adalah apakah kita bisa melakukannya ? Saya sendiri terkadang suka lupa jika dihadapkan dengan kondisi seperti ini. So, tetap berhemat intinya.

6.    6. With money :
      You can buy a house, but not a home ( Kamu bisa membeli rumah, tetapi tidak kenyamanan di dalamnya )

            You can buy a bed, but not a sleep. ( Kamu bisa membeli tempat tidur, tetapi bukan tidurnya )

            You can get a position, but not respect. ( Kamu bisa mendapatkan jabatan, tapi bukan penghormatannya).

            You can buy a clock, but not time. ( Kamu bisa membeli jam, tapi bukan waktu nya )

            You can buy a book, but not a knowledge. ( Kamu bisa membeli sebuah buku, tetapi bukan pengetahuannya ).

            You can buy blood, but not life. ( Kamu bisa membeli darah, tetapi bukan kehidupannya ).

Kalimat singkat namun penuh makna. Kita perlu ingat semua ini.


7.    7. Jika itu telah berhasil dalam hidupmu, berbagilah dan ajarkanlah pada orang lain.


Poin yang terakhir ini, adalah untuk mengingatkan kita bahwa jangan pelit berbagi ilmu dan pengalaman yang pernah kita miliki dan kita terapkan terkait poin-poin sebelumnya. Keberhasilan kita tidak akan ada tanpa ada pengaruh dan kehadiran dari orang lain.

Ada orang kaya karena ada yang miskin,
Ada yang disebut pintar karena ada yang tidak pintar
Disebut sukses karena ada yang merasa gagal

Dengan berbagi kita merasa lebih bahagia dan bisa bermanfaat bagi lainnya.

” Orang yang bahagia bukanlah orang yang hebat dalam segala hal, tapi orang yang bisa menemukan hal sederhana dalam hidupnya dan mengucap syukur".


-       Warren Buffet

Yuk Bahas Bahasa Inggris

PERHATIAN !
Kamu senang baca buku? Yuk lihat rekomendasi buku yang mungkin cocok untuk kamu di Katalog Buku. Katalog Buku adalah situs review buku yang menjadi rekomendasi bagi para pecinta buku.